SMP N 1 MELONGUANE
Peserta didik kelas 9.5
VENUS TATUWO
Selasa, 05 November 2013
Kamis, 08 Agustus 2013
NUBUATAN LUAR BIASA TENTANG AIR BAH
Sebuah renungan khotbah yang sangat memberkati saya :) ...
NUBUATAN LUAR BIASA TENTANG AIR BAH
By Maq | | 29 May 2013
NUBUATAN LUAR BIASA TENTANG AIR BAH
~” KETIDAKADILAN ALLAH?” (2) ~
Kejadian 6:9, 22 Inilah
riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara
orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.
Jelas sekali Alkitab merecord
riwayat nabi Nuh, sebagai orang yang tidak bercela di antara orang
sejamannya dan hidup bergaul dengan Tuhan. Alkitab mencatat apa yang
tidak dicatat manusia. Manusia juga tidak mengerti hubungan manusia lain
dengan Tuhannya, tetapi betapa banyaknya manusia menghakimi manusia
lain dan melihat hanya apa yang di depan matanya.
Mari kita berlogika: Jika manusia
sejamannya berpikir bahwa Nuh adalah orang benar yang tidak bercela,
tentunya mereka akan mengikuti teladannya dan masuk dalam bahtera.
Tetapi nyatanya, penilaian manusia sangatlah dangkal dibanding
penilaian Tuhan. Jadi penghakiman mereka terhadap Nuh dan "bahtera
konyolnya" justru membinasakan mereka sendiri.
Yang lebih konyol lagi beberapa orang
berpikir bahwa jika yang dilakukan adalah benar-benar dari Tuhan, maka
ia akan diterima atau tidak menimbulkan perpecahan. Nuh mendapatkan
mandat dari Tuhan, tapi tidak ada yang mengikuti. Lihat saja Yesus,
berapa yang tinggal dengan "kegagalan-Nya" saat Ia menuruti kehendak
Bapa-Nya dengan tergantung di atas kayu itu? Dalam Kejadian 6:22
dikatakan bahwa Nuh melakukan apa yang difirmankan Tuhan, ia tidak
berargumentasi dan tidak membantah. Suatu sikap yang mencerminkan
ilahi, godly - itulah sebabnya Tuhan mempercayakan proyek
besar itu padanya. Manusia lain yang tidak mempercayai kepemimpinannya
dan yang mengolok-olok dia tidak ada yang masuk dalam hitungan sejarah.
Bahkan nama mereka pun pun tidak ada, hanya Nuh yang ditulis hidupnya
tak bercela di antara orang-orang yg bengkok hatinya sejamannya.
Waktu saya mempelajari lebih dalam,
saya terheran-heran mendapatkan penemuan ini, sebab memang saya ingin
menghitung umur mereka, tetapi matematika saya lebih mempercayai
internet saja untuk sementara daripada mengeluarkan kalkulator. Mari,
kita telusuri lewat kakek moyang Nuh dulu dan apa yang mereka lakukan
untuk “menyiasati” bah yang akan datang di ratusan tahun yang akan
datang pada jamannya. Saya harap Saudara bisa mengikuti “sekolah
teologia” di bawah ini sebentar, mudah, tidak berbelit, tetapi akan
membukakan mata rohani kita dan akan menolong kita mengerti apa yang
harus kita lakukan menjelang kedatangan Tuhan yang kedua kalinya.
Henokh.
(Anak Yared), yang berarti "mengajar," atau "permulaan." Dia adalah
yang pertama dari empat generasi pengkhotbah. Bahkan, nubuat mencatat
paling awal adalah dengan Henokh, yang cukup luar biasa bernubuat
mengenai Kedatangan Kristus yang kedua kalinya.
Metusalah.
Banjir Nuh tidak datang sebagai kejutan. Ini telah diberitakan selama
empat generasi. Tapi sesuatu yang aneh terjadi ketika Henokh berumur
65, pada waktu "dia berjalan dengan Allah." Henokh diberi nubuat bahwa
selama anaknya masih hidup, penghakiman banjir akan ditahan, tetapi
segera setelah ia meninggal, banjir akan diutus.
Henokh menamai anaknya untuk
mencerminkan nubuatan ini. Nama Metusalah berasal dari dua akar: Muth,
kata akar yang berarti "kematian", dan dari shalach, yang berarti
"membawa," atau "untuk mengirim sebagainya." Dengan demikian, nama
Metusalah berarti "akan membawa kematian." Dan, memang, di tahun
Metusalah mati, datanglah banjir. Metusalah berumur 187 ketika
memperanakkan Lamekh, dan hidup 782 tahun lagi. Lamekh memperanakkan
Nuh ketika ia 182. Banjir datang pada saat Nuh berumur 600 tahun. 187 + 182 + 600 = 969, usia Metusalah ketika ia meninggal.
Sangat menarik bahwa kehidupan
Metusalah pada dasarnya merupakan simbol kemurahan Allah dalam
menetapkan penghakiman akan datangnya banjir. Karena itu pantas bahwa
umur hidupnya merupakan yang tertua dalam Alkitab, artinya melambangkan
perpanjangan ekstrim dari rahmat Allah.
Lamekh.
Anak Metusalah yang bernama Lamekh, akarnya katanya masih jelas sampai
saat ini. Dalam kata bahasa Inggris Lamentation artinya, "ratapan".
Lamekh menyiratkan "putus asa." (Nama ini juga terkait dengan Lamekh
[yang sejalan dengan Kain] yang secara tidak sengaja membunuh anaknya
Tubal-Cain saat berburu.)
Nuh.
Lamekh, tentu saja, adalah ayah Nuh, yang berasal dari kata nacham,
yang berarti "untuk membawa bantuan" atau "kenyamanan," sebagaimana
Lamekh sendiri menjelaskan keadaan lewat nama anaknya.
Artinya, nubuatan mengenai air bah
sudah ada (seperti nubuatan tentang kedatangan Yesus sudah dekat), lalu
bahkan tanda nama dalam keluarga sudah ada, jadi mereka tinggal tunggu
kakek buyut dan kakek dan ayah mendekati ajal, dibarengi dengan
selesainya proyek kapal besar itu (tanda-tanda pada jaman kita mengenai
kedatangan Yesus sudah ada dimana-mana mengenai penunggang kuda, air
sungai jadi merah dan mendidih), itu sudah seharusnya jadi pertanda
besar akan datangnya air bah. APALAGI, binatang-binatang berdatangan
masuk bahtera, itu nggak bisa disangkal bahwa itu merupakan pekerjaan
tangan Tuhan sendiri. Tapi, tapi…manusia (termasuk sanak saudara Nuh
dari keturunan Metusalah dan Lamekh yang tentunya masih ada banyak yang
hidup) kenapa tidak ada yang ikutan masuk ke dalam bahtera? Dengan
kata lain mengapa mereka tidak menghiraukan keluarga mereka sendiri
(Nuh), dan arti dari nama keluarga dan nubuatan kakek moyang mereka
mengenai datangnya bah? Oh!!!
Kiranya ini menjadi seruan keras bagi
kita semua, kedatangan Tuhan sudah sangat dekat, kita harus berpakaian
putih. Seruan sudah dimana-mana, dengan kata lain Tuhan tidak pernah
akan menghukum umat-Nya atau meninggalkan umat-Nya saat rapture
tanpa memberitahukan dengan rinci lewat khotbah, nubuatan,
tanda-tanda. Barangsiapa bertelinga pastilah ia mendengar dan mengubah
cara hidupnya; tetapi jika masih saja menjalankan hidup dengan cara
lama dan tidak berpakaian putih, maka pintu anugerah itu akan
ditutup oleh Tuhan sendiri, sebagaimana Nuh tidak punya kendali lagi
atas pintu bahtera yang dibuatnya saat Tuhan sendiri yang menutup dan
di luar sana erangan dan dobrakan manusia-manusia yang tidak
mempercayai pemberitaannya selama 100 tahun bahwa hari itu akan tiba,
dengan pasti!
Nuh - Kej 7 Tidak dikatakan juga bahwa
Tuhan membantu percepatan pembuatan bahtera itu, sebab sebegitu
lamanya persiapannya, yaitu seabad sendiri. Tetapi dikatakan bahwa
binatang-binatang mendatangi Nuh untuk masuk ke dalam bahtera itu. Ini
pasti bantuan Tuhan. Ketika tiba saatnya air bah itu datang ke bumi,
Tuhan menutup pintu bahtera nuh itu. Pas sebelum itu Metusalah mati,
dan tepatlah nubuatan Henokh mengenai kapan datangnya air bah itu.
Herannya, pada waktu pembuatan bahtera, kita tidak menemukan campur
tangan Tuhan, tetapi waktu-waktu penutupan atau penyegelan, Tuhan
sendiri yang menyegel sehingga manusia lain tidak bisa masuk atau Nuh
tidak bisa membukanya. Lalu bagaimana dengan sanak saudara Nuh?
Kemenakan, sepupu, dan keluarga besarnya, mereka yang melihat pembuatan
bahtera itu selama 100 tahun dan mendengar pemberitaan nabi Nuh
sepanjang itu,...bukankah mereka mengeraskan hati di masa kelegaan (100
thn)?
Ketika air bah itu mulai naik, tentunya
orang-orang berlarian mengetuk pintu bahtera. Untuk lari ke gunung
mungkin kejauhan dan kelelahan. Jadi, tentunya mereka berteriak dan
bertobat pada sekitar hari ke 3, 4, 5. Tentunya Nuh dan seluruh
keluarga melongok ke jendela dan meratap melihat banyaknya orang yang
sudah diinjilinya itu meraung meminta dibukakan pintu. Dan Nuh tidak
bisa menjelaskan bahwa Tuhan sendirilah yang sudah mengunci pintu itu
sehingga mustahil baginya membukakannya bagi mereka. Tidak ada lagi
anugerah bagi mereka waktu pintu sudah ditutup. Apakah Tuhan jahat?
Mengapa mereka hanya percaya saat sudah benar-benar terjadi? Mengapa
manusia tidak belajar dari setiap kejadian bahwa dosa itu menjerat,
kebebalan hati itu akan diganjar?
Mengapa menunggu sampai sakit baru
berhenti merokok, berobat, bermain seks bebas? Mengapa menunggu
ketangkep basah baru berhenti lihat gambar porno, selingkuh, berbohong,
mencuri? Sudah tahu bahwa perbuatan-perbuatan seperti itu atau dosa
itu akan menjeratnya suatu kali nanti, tetapi kenapa terus dilakukan?
Sudah tahu bahwa judi dan semacamnya akan memurukannya dan sejarah
menuliskan bahwa penjudi selalu kalah dan miskin menderita, tetapi
kenapa terus saja melampiaskan nafsunya untuk bisa mengembalikan
uangnya?
Manusia itu menjerit di luar bahtera
dan Tuhan tidak lagi berbelas kasihan. Banyak orang berpikir bahwa mana
mungkin Tuhan dalam kebaikannya tega melemparkan manusia ke neraka,
tega tidak menyelamatkan, tega menutup pintu anugerah....Ya memang
Tuhan tidak pernah tega melakukan itu semua, tetapi dosa merekalah yang
membuat mereka berada di sana. Jadi jelas sekali bukan Tuhan yang
membuat itu semua. Manusia tidak akan bisa menyalahkan Tuhan, sebab
sudah ada hati nurani yang memberikan pelita dalam hati manusia untuk
sadar dan bertobat.
Senin, 29 Juli 2013
Langganan:
Postingan (Atom)

